The precious one

Terima kasih untuk penguasa yang tanpa batas dan tanpa balas. At the end of this year, we will see you in a couple months. Insya Allah.

Satu yang kami rindukan, yang selalu muncul dalam mimpi-mimpiku. The one that i loved even before i met. Yang selalu meyakinkanku akan pelangi setelah badai. Yang memberiku harapan dalam semua keterpurukan. Terima kasih untuk meniupkan roh untuknya dari seorang lelaki yang tak hentinya mendekapku dalam tidurnya. Tak ada terima kasih yang cukup untukMu.

This is how excited mix curiousity. We as a new-bie parents. Can we do this? Can we provide the best for you? But in another side, the butterfly in my belly really soothing me well. Assured me that everything gonna be alright. I’m not alone anymore. Since i let this guy come into my life. This lil one come by the right time. His time will never gonna be wrong. We must ready. We will be ready.

Aku percaya segala hal yang baik ataupun buruk adalah pelajaran dalam hidup. Untuk bekal kita dalam menentukan keputusan. Kami yang membutuhkanmu, harus memberikan segala akal dan pikiran untuk mempersiapkanmu sebagai manusia bertanggung jawab. Bukan hanya penuntut. Dan bukan pula sebagai pembalas pamrih kami. Segala hal yang menjadi tantangan terbesar bagi kami. Pasti tidak akan mudah, tapi kami percaya pasti ada jalan. Tidak ada yang tidak mungkin dengan niat yang baik.

Empat tahun yang lalu. Time flies. Semakin aku melihat apa yang terbentang di depan, semakin aku yakin akan keputusan besar yang telah kuambil. Selalu ada harga yang harus dibayar. Dan untuk kebaikan di masa datang, kadang harga tersebut tidak murah. Tapi untuk bertemu denganmu, the lil one, i will not mind at all.

Maaf untuk terus mengulang kata-kata yang sama. Terima kasih untuk melahirkanku kembali. Terima kasih untuk mempercayakan jiwa yang baru ke kehidupan kami. Terima kasih untuk semua karunia yang tak berhenti ke kami manusia yang sering tidak tahu diri.

2018, we will be ready. Cant wait to see you.

Advertisements

Just keep swimming…

130517

(Originally written date)

 

Menjelang magrib. Tulisan ini dibuat sambil nunggu si abang berenang bareng adek-adeknya. Berhubung kuping yang infeksi masih belum memungkinkan untun berenang, jadi saya duduk manis aja di tepi kolam. Ngetik.

 

Ngomong-ngomong soal berenang, saya jadi inget masa-masa dulu pas dia masih belum bisa berenang. Pas kami snorkeling bareng rombongan teman-teman, dia yang paling ga bisa lepas dari life vest. Nempel kayak perangko. Waktu kami di kapal pulang dan gelombang lumayan gede, dia pake acara drama udah kayak orang yang mau mati tenggelam.

 

Sekali waktu kami berenang di kolam, saya ajak dia belajar mulai berenang. Segala macam alasan dikeluarin. Mulai dari udah bisa ngambang jadi ga butuh berenang lah, lubang idungnya ketutup satu jadi g bs nahan napas lah, etc etc etc.

 

Jago sih emang ngelesnya, tapi tetap saya paksa. Eh pelan-pelan dari yang mulai bisa sedikit sampe akhirnya jadi setan air sekarang. Masih tetap belum bisa berenang yang pake ambil napas sih, tapi at least udah berenang beneran yang bukan cuman ngambang.

 

Selidik punya selidik, ternyata kecilnya dulu ada trauma. Waktu papanya ngajarin langsung diceburin ke air. Itu mungkin yang bikin dia membekas dan parno sama namanya berenang. Kalo yang saya rasakan dulu, papa saya memang ga yang langsung ceburin ke air. Saya digendong di leher dan disuruh lepasin pelan-pelan. Tapi mungkin karena saya aja yang cemen jadi ga berani. Walhasil nempel di punggung papa semacam lintah. Dan sampe kelar kuliah juga masih belum bisa berenang.

 

Saya baru bisa sedikit demi sedikit dengan mengambil latihan dari instruktur renang. Teknik dasar diajarkan setelah ketakutan akan air dieleminir pelan-pelan.

 

Mungkin ini yang terjadi dalam hidup. Seringkali kita tidak berani mengambil suatu keputusan karena ketakutan yang sebenarnya hanya buah dari pikiran kita. Kita mencari tahu banyak hal yang justru semakin membuat kita ragu untuk mencoba. Kita berpikir kita mengerti yang sebenarnya justru kita belum mengetahui apa-apa sebelum kita benar-benar mencoba. Pemikiran kita melampaui apa yang kita bisa lihat dan rasakan sehingga membatasi semuanya.

 

Kita duduk diam berpikir, menimbang, mencari alasan untuk tetap disana. Hingga akhirnya waktu telah habis dan kita baru sadar bahwa kita sama sekali tidak bergerak sedikitpun. Ketika kita baru akan memutuskan untuk bergerak, jarum jam berdentang. Waktu habis dan tiba giliran orang lain untuk mengambil posisi kita. Kita harus pergi dengan tanpa membawa apa-apa.

 

Di tempat yang lain, ada orang yang bahkan tanpa pemikiran apapun, langsung nyemplung ke kolam. Sebagian ada yang mungkin sial hingga mati tenggelam, Sebagian lagi otodidak learning by doing. Naluri survival yang membuatnya bisa bertahan hingga ke tepi. Atau bahkan tidak hanya ke tepi tapi malah hingga ke tengah lautan.

 

Apa yang kita lakukan hari ini, akan menentukan apa yang akan terjadi besok dan seterusnya.

 

Terlalu banyak variable dalam hidup. Tapi yang hampir pasti, dari segala kemungkinan, ada seratus persen kemungkinan untuk gagal dari suatu pemikiran yang tidak dilanjutkan dengan tindakan.

Keep swimming…

130517

(Originally written date)

Menjelang magrib. Tulisan ini dibuat sambil nunggu si abang berenang bareng adek-adeknya. Berhubung kuping yang infeksi masih belum memungkinkan untun berenang, jadi saya duduk manis aja di tepi kolam. Ngetik.

Ngomong-ngomong soal berenang, saya jadi inget masa-masa dulu pas dia masih belum bisa berenang. Pas kami snorkeling bareng rombongan teman-teman, dia yang paling ga bisa lepas dari life vest. Nempel kayak perangko. Waktu kami di kapal pulang dan gelombang lumayan gede, dia pake acara drama udah kayak orang yang mau mati tenggelam.

Sekali waktu kami berenang di kolam, saya ajak dia belajar mulai berenang. Segala macam alasan dikeluarin. Mulai dari udah bisa ngambang jadi ga butuh berenang lah, lubang idungnya ketutup satu jadi g bs nahan napas lah, etc etc etc.

Jago sih emang ngelesnya, tapi tetap saya paksa. Eh pelan-pelan dari yang mulai bisa sedikit sampe akhirnya jadi setan air sekarang. Masih tetap belum bisa berenang yang pake ambil napas sih, tapi at least udah berenang beneran yang bukan cuman ngambang.

Selidik punya selidik, ternyata kecilnya dulu ada sedikit trauma. Waktu papanya ngajarin langsung diceburin ke air. Itu mungkin yang bikin dia membekas dan parno sama namanya berenang. Kalo yang saya rasakan dulu, papa saya memang ga yang langsung ceburin ke air. Saya digendong di leher dan disuruh lepasin pelan-pelan. Tapi mungkin karena saya aja yang cemen jadi ga berani. Walhasil nempel di punggung papa semacam lintah. Dan sampe kelar kuliah juga masih belum bisa berenang.

Saya baru bisa sedikit demi sedikit dengan mengambil latihan dari instruktur renang. Teknik dasar diajarkan setelah ketakutan akan air dieleminir pelan-pelan.

Mungkin ini yang terjadi dalam hidup. Seringkali kita tidak berani mengambil suatu keputusan karena ketakutan yang sebenarnya hanya buah dari pikiran kita. Kita mencari tahu banyak hal yang justru semakin membuat kita ragu untuk mencoba. Kita berpikir kita mengerti yang sebenarnya justru kita belum mengetahui apa-apa sebelum kita benar-benar mencoba. Pemikiran kita melampaui apa yang kita bisa lihat dan rasakan sehingga membatasi semuanya.

Kita duduk diam berpikir, menimbang, mencari alasan untuk tetap disana. Hingga akhirnya waktu telah habis dan kita baru sadar bahwa kita sama sekali tidak bergerak sedikitpun. Ketika kita baru akan memutuskan untuk bergerak, jarum jam berdentang. Waktu habis dan tiba giliran orang lain untuk mengambil posisi kita. Kita harus pergi dengan tanpa membawa apa-apa.

Di tempat yang lain, ada orang yang bahkan tanpa pemikiran apapun, langsung nyemplung ke kolam. Sebagian ada yang mungkin sial hingga mati tenggelam, Sebagian lagi otodidak learning by doing. Naluri survival yang membuatnya bisa bertahan hingga ke tepi. Atau bahkan tidak hanya ke tepi tapi malah hingga ke tengah lautan.

Apa yang kita lakukan hari ini, akan menentukan apa yang akan terjadi besok dan seterusnya.

Terlalu banyak variable dalam hidup. Tapi yang hampir pasti, dari segala kemungkinan, ada seratus persen kemungkinan untuk gagal dari suatu pemikiran yang tidak dilanjutkan dengan tindakan.

Nasi campur Pitik bali Lawar bebek – Gianyar

Yup, lawar bebek. Lawar yang biasanya identik dengan darah babi ataupun campuran ayam atau versi hanya sayuran, kini dipertemukan dengan bebek panggang.

Lokasi nasi campur Pitik Bali ada di beberapa spot daerah Gianyar. Spot yang kami temui buka hanya dari sore pukul 16.00 hingga pukul 20.00 malam. Lokasinya di deretan pasar senggol Gianyar. The first time I came there, it really feels like a local. Haha.

Nasi campur pitik bali

Foto dokumentasi yang saya lampirkan hasil dari google berhubung kami terlalu tidak sabar untuk makan hingga lupa mendokumentasikannya 😀

Untuk seporsi nasi campur dengan harga Rp.30.000,- kami mendapatkan ayam betutu kuah, lawar kacang panjang, kacang tanah goreng, sambal matah dan sejenis sayuran (yang tidak saya ketahui namanya) serta juara dari semuanya yaitu bebek panggang.

Kudapan malam yang cukup berat dan sukses menambah guilty list saya selama di bali. The taste of the roasted duck is surprisingly good! Even taste better daripada restoran D*ck King yang menu andalannya Roasted Duck juga. Tekstur bebek yang crispy di luar tapi tetap juicy di dalam, aroma roasted yang benar-benar menjadi statement berhasil menjadikan ini sebagai dinner yang sempurna untuk malam terakhir di trip ke Ubud kami kali ini.

Bonus resep untuk kali ini tentunya resep Lawar putih ayam khas bali dari website :

Bahan-bahan:

  • 10 –  15 batang kacang panjang (di potong kecil-kecil saja)
  • 200 gram daging ayam di suwir suwir kecil)
  • 100 gram kelapa parut (di sangrai dulu)
  • 4 siung bawang putih (diiris tipis & goreng)
  • 8 siung bawang merah (di iris tipis & di goreng)
  • 2 buah cabe merah (di buang bijinya & di iris serong)
  • 5 buah cabe rawit
  • 1 sendok teh garam
  • 2 sendok makan cabe giling
  • daun pisang secukupnya
  • ½ sendok teh merica bubuk
  • 1 sendok teh kaldu ayam
  • 1 sendok makan perasan jeruk nipis

Cara membuat lawar ayam khas Bali:

  1. Campurkan dulu kacang panjang yang telah dipotong kecil kecil dengan kelapa parut, bawang putih, cabe, bawang merah & juga garam.
  2. Campurkan ayam yang telah disuwir dengan kaldu ayam dan juga mericanya. Aduk rata dan bungkus atau gulunglah dengan menggunakan daun pisang. Kukus ayam selama selama kurang lebih 30 menit.
  3. Campurkan ayam suwir yang telah matang dengan semua adonan sayur. Tambahkanlah taburan bawang goreng jika Anda suka.
  4. Tambahkan juga perasan air  jeruk nipis di atasnya.
  5. Lawar ayam siap dihidangkan

 

SUMMARY NASI CAMPUR PITIK BALI

Untuk rasa : scorenya 8/10

Must Try : Lawar Bebek

Lokasinya : Pasar Senggol Gianyar Jl. Ngurah Rai, Gianyar, Kec. Gianyar, Kabupaten Gianyar, Bali 80511

GPS : -8.541540, 115.326797

Jam Buka : Pkl. 16.00 s.d 20.00

Telp : –

Harga : Rp.30.000,-

 

Nasi campur kedewatan Mardika – Ubud

Untuk nasi campur yang ini, coincidentally kami temukan hasil rekomendasi dari salah satu keluarga lokal di Ubud tempat kami menginap. Mereka menggambarkan nasi campur yang ini yang paling mendekati original taste nasi campur bali yang hakiki sebenarnya. Jadilah kami terpanggil untuk menuntaskan rasa penasaran mumpung masih di Ubud.

Lokasinya sangat dekat dengan nasi campur kedewatan Bu Mangku. Masih di ruas jalan yang sama berjarak beberapa blok dari sana. Tampilan depannya agak kecil, tapi ternyata bagian dalamnya pelataran yang serupa luasnya dengan Bu Mangku.

Nasi Campur MardikaHarganya sedikit lebih murah daripada Bu mangku. Dengan Rp.20.000,- kami mendapatkan ayam betutu rebus, ayam betutu goreng, telur rebus bumbu (pindang?), lawar kacang panjang, kacang tanah goreng, sate lilit, sambal matah.

Dari komponennya sama persis dengan Bu Mangku. Itu penilaian awal kami sampai kami merasakan gigitan ayam betutunya. Sehingga akhirnya kami harus menyimpulkan, untuk ayam betutu, yah Mardika juaranya. Ada rasa terasi, manis segar (air kelapa?), rempah-rempah yang berpadu dengan komposisi yang paling tepat dari semuanya. Tidak heran mereka memang menyajikan menu ayam betutu dalam menu terpisah. Tapi secara overall, komposisi semuanya masih terlalu banyak didominasi pedas. Tingkat pedasnya sedikit di bawah Bu Oki. Sedikit catatan untuk sate lilitnya yang harganya memang murah Rp.1.500,- per tusuk, tastewise terlalu banyak komposisi kelapa dibanding daging ayam dan bumbunya sehingga dari semua nasi ayam, sate lilit di Mardika yang menurut kami agak kurang nendang.

Dan seperti biasa, ini bonus resep ayam betutu dan sambal matah yang saya peroleh dari website :

Bahan dan Bumbu Resep Ayam Betutu Kuah Bali Spesial

  1. Bahan utama yang dibutuhkan adalah ayam kampung ukuran sedang besar sebanyak 1 ekor. Cuci bersih ayam kemudian potong menjadi 4 atau sesuai selera.
  2. Air asam jawa secukupnya sesuai selera atau kurang lebih sebanyak 3/4 sendok makan saja.
  3. Daun jeruk kurang lebih sebanyak 3 sampai 4 daun saja.
  4. Buah cabai rawit kurang lebih sebnayak 6 buah. Bisa ditambah atau dikurang sesuai selera.
  5. Buah cabai keriting merah sesuai selera atau kurang lebih sebanyak 6 pcs saja.
  6. Batang serai yang diambil bagian putihnya saja kurang lebih sebanyak 4 batang saja.
  7. Bawang merah ukuran sedang besar kurang lebih sebanyak 8 siung saja.
  8. Bawang putih ukuran sedang besar kurang lebih sebanyak 4 siung saja.
  9. Merica sesuai selera atau kurang lebih sebanyak 1/2 sendok kecil saja.
  10. Ketumbar kurang lebih sebanyak 2/3 sendok kecil saja.
  11. Lengkuas kurang lebih sepanjang 4 cm saja.
  12. Kencur kurang lebih sepanjang 4 cm juga.
  13. Kemiri yang sudah disangrai sebelumnya kurang lebih sebanyak 4 sampai 5 pcs saja.
  14. Terasi kualitas bagus sedikit saja atau kurang lebih sebanyak 1/2 sendok kecil saja.
  15. Kunyit yang sudah dibakar sebelumnya kurang lebih sepanjang 5 cm saja.
  16. Pala bubuk sedikit saja atau kurang lebih sebanyak 1/4 sendok kecil saja.
  17. Jahe ukuran sedang besar kurang lebih sepanjang 5 cm saja.
  18. Gula pasir putih secukupnya sesuai selera atau kurang lebih sebanyak 1.5 sendok kecil saja.
  19. Air bersih secukupnya.
  20. Garam dapur beryodium secukupnya sesuai selera.
  21. Air jeruk nipis secukupnya.

Cara Membuat Ayam Betutu Kuah Pedas Khas Gilimanuk

  1. Langkah pertama lumuri daging ayam yang sudah dipotong dengan garam dapur dan air jeruk sampai merata dari luar dan dalam.
  2. Diamkan sebentar atau kurang lebih selama 10 menit kemudian cuci dengan air mengalir.
  3. Sambil menunggu uleg atau tumbuk semua bumbu ayam betutu kuah diatas (kecuali buah cabai rawit, batang serai dan daun jeruknya).
  4. Lumuri semua bagian ayam yang sudah dicuci bersih dengan bumbu diatas sampai benar-benar merata kemudian diamkan sebentar (kurang lebih 10 sampi 15 menit). Sebaiknya dimasukkan kedalam lemari pendingin supaya ayam tetap segar.
  5. Ungkep ayam beserta bumbunya sampai tercium bau harum bumbu betutunya.
  6. Masukkan air secukupnya kemudian masak ayam dengan api sedang kecil sampai bumbunya meresap kedalam daging ayam.
  7. Masukkan batang serai, cabai rawit dan daun jeruknya kemudian diaduk-aduk sampai dagingnya empuk.
  8. Air bisa ditambahkan kalau sudah menyusut dan hampir habis tetapi dagingnya belum empuk. Atau bisa juga menggunakan panci presto supaya cepat empuk.
  9. Tes rasa dan koreksi rasa degan menambahkan gula atau garam kalau diperlukan kemudian aduk-aduk kembali sampai semua tercampur rata.
  10. Setelah semua matang dan empuk, ayam betutu khas Gilimanuk Bali siap dihidangkan.

Bahan Resep Sambal Matah Bali

– Bahan utama yang dibutuhkan adalah buah cabai rawit kurang lebih sebanyak 15 buah. Bisa ditambahkan atau dikurang sesuai selera. Iris-iris kecil.
– Air jeruk nipis yang diambil dari 2 buah jeruk.
– Bawang putih kurang lebih sebanyak 4 siung. Kupas kemudian cincang halus bawang putihnya.
– Batang serai yang diambil bagian putihnya saja kurang lebih sebanyak 3 batang. Iris-iris kecil.
– Bawang merah kurang lebih sebanyak 13 sampai 15 siung. Iris-iris kecil.
– Daun jeruk kurang lebih sebanyak 3 lembar saja. Iris-iris kecil.
– Garam dapur beryodium secukupnya sesuai selera.
– Gula pasir putih sedikit saja sesuai selera.
– Minyak goreng panas yang masih baru secukupnya sesuai selera.

Cara Membuat Sambal Matah Khas Pulau Dewata

– Langkah pertama campur semua irisan cabai, daun jeruk, batang serai dan bawang merahnya kemudian aduk sampai rata.
– Masukkan gula pasir, garam dapur beryodium, jeruk nipis kemudian aduk kembali.
– Tuang minyak panasnya kemudian aduk sampai rata.

SUMMARY NASI CAMPUR MARDIKA :

Untuk rasa : scorenya 7,5/10

Must Try : Ayam Betutu kuah

Lokasinya : Jl. Raya Kedewatan, Kedewatan, Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali 80571

GPS : -8.482990, 115.246703

Jam Buka : Pkl. 07.00 s.d 17.00

Telp : (0361) 974387

Harga : Rp.20.000,-

 

Nasi Campur Bali kedewatan Bu Mangku – Ubud

Nah sekarang kita beralih ke nasi campur yang sudah mulai dikenal di kalangan turis. Salah satu cabangnya sudah ada di daerah seminyak. Pertama kali dulu saya mencoba yang di Ubud. Adapun untuk rasa dan harga, saya lebih merekomendasikan yang di Ubud.

Nasi ayam kedewatan Bu Mangku cabang Ubud buka dari pagi hanya hingga pukul 17.00 setiap harinya. Bisa lebih cepat apabila habis lebih awal. Lokasinya tepat di jalan kedewatan, dengan pelataran luas di belakangnya sehingga tidak menyulitkan untuk mengakomodir rombongan besar.

Seperti biasa, hanya ada dua opsi nasi ayam pisah atau campur. Dan kami pilih nasi ayam campur. Untuk dua porsi nasi ayam tersebut, kami menunggu sekitar sepuluh menit dengan kondisi pengunjung cukup ramai. Tapi mungkin karena luas tempat yang jauh lebih besar jadi tidak terlihat secrowded nasi ayam Bu Oki atau Men Weti.

Nasi Campur Bu mangkuDengan harga Rp.25.000,- kamu bisa mendapatkan ayam betutu rebus (yang ukurannya agak sedikit lebih besar dibanding nasi ayam lainnya), ayam suwir, ayam betutu goreng, lawar kacang panjang, kacang tanah goreng, sambal matah, telur rebus bumbu pindang (atau betutu?), sate lilit dengan komposisi paling balance dari semua nasi ayam yang telah kami coba sebelumnya. Semua ini di atas nasi yang disiram kuah ayam betutu. Ohya, porsi nasinya agak lebih sedikit dibanding nasi ayam Men Wati atau Bu Oki. Tapi pas untuk porsi makan siang pada umumnya.

Untuk juaranya? Ayam suwirnya paling mantap dari semua nasi ayam yang telah saya coba. Sentuhan pedas yang benar-benar membuat ingin nambah. Ayam suwirnya really doing their job here.

Walaupun ayam suwirnya juara, berhubung resep ayam suwir sudah saya post di postingan terdahulu, maka kali ini bonusnya resep Sate Lilit yang tidak kalah juaranya. Resep ini saya peroleh dari website ini :

Bahan-bahan

20 porsi
  1. 1/4 kg ayam giling
  2. 1/4 buah kelapa parut
  3. 25 batang sereh
  4. 4 siung bawang merah
  5. 3 siung bawang putih
  6. 1 butir kemiri
  7. 1 buah cabai merah
  8. 3 buah cabai rawit
  9. 1 ruas jahe
  10. 1 ruas kunyit
  11. 1/2 ruas kencur
  12. 1/2 ruas laos
  13. 1/4 sendok teh ketumbar
  14. 1/4 sendok teh terasi
  15. 1/4 sendok teh gula merah
  16. secukupnya garam

Langkah

  1. Ulek (atau blender) hingga halus bahan-bahan berikut : bawang merah, barang putih, cabai, jahe, kunyit, kencur, laos, kemiri, ketumbar, terasi dan gula merah. di bali ini sebut basa genep.

  2. Tumis bumbu halus disertai garam dan 1 buah serai yang telah dimemarkan hingga harum.

  3. Campurkan bumbu halus, daging ayam giling, dan kelapa parut. uleni adonan hingga kalis. lilitkan adonan pada batang serai. lalukan hingga adonan habis

  4. Siapkan panggangan. gunakan daun pisang sebagai alas agar sate tidak menempel pada panggangan. panggang semua sisi hingga matang.

  5. Sate ayam lilit khas bali siap dihidangkan. bisa disertai sambal matah : campur irisan tipis bawang merah, sereh, dan cabai rawit, garam, dan sedikit minyak kelapa.

 

SUMMARY NASI AYAM BU MANGKU  :

Untuk rasa : scorenya 9/10

Must Try : Ayam suwir, Sate lilit

Lokasinya :

GPS : -8.483494, 115.246647

Jam Buka : Pkl. 08.00 s.d 18.00

Telp : +62 361 974795

Harga : Rp.25.000,-

Nasi Campur Bali – Men Wati

Next stop yang tentunya di hari yang berbeda, masih dalam rangka mengkhatamkan status kami sebagai nasi campur expert (ngarep) di Bali dari sambungan post terdahulu, kami bela-belain meluncur ke arah Pantai Sanur. Salah satu pantai yang paling tidak menarik perhatian kami dalam trip-trip terdahulu.

Nasi campur fenomenal ini buka hanya dari pukul 8 hingga 11 pagi. Atau bisa lebih cepat begitu makanan mereka habis terjual. Dan untuk dua porsi nasi campur, kami harus antri sekitar sepuluh hingga lima belas menit. Fakta ini makin membuat penasaran apakah memang rasanya bakal seenak itu? Ataukah rasa enak itu muncul hanya karena terlalu lama menunggu?

Warung Men Weti cukup kecil dan sederhana, untuk makan dengan duduk di bangku-bangku plastik memanfaatkan trotoar di pinggir jalan. Tempat ini memang bukan untuk nongkrong berlama-lama karena begitu kita selesai makan, sudah ada pengunjung lain yang antri menunggu tempat duduk.

Dan akhirnya dua porsi nasi campur yang kami tunggu-tunggu datang juga. First impressions, i was kind of surprise with the rice portion, how could I finish all of this things? Feel like too much rice in there. Until I realize that I was wrong. There will be never too much rice for Men Wati! Trust me!

Nasi Campur Men weti

This is what will you get for Rp.25.000,- : nasi aron yang wangi disiram kuah ungkep ayam betutu, ayam suwir, ayam goreng, sambal matah dicampur ikan laut, sayur pare (jenis sayuran bervariasi tiap harinya), lawar kelapa bakar yang diserut, kacang tanah goreng, telur rebus bumbu cabe besar, sate lilit dengan komposisi kelapa, ayam dan bumbu rempah yang sangat tepat. Ohya, jangan lupa minta tambahan kulit ayam goreng, karena ini juaranya selain tekstur nasi yang disiram kuah ungkep ayam yang diencerkan yang rasanya so far paling juara dari semua nasi campur bali yang pernah saya rasakan.

Two words to describe Nasi ayam Men Weti : Food Celebration.

Maaf kalau saya harus agak lebay untuk nasi campur yang ini. Sudah lama sekali lidah saya tidak pernah berpesta sedemikian rupa sampai tidak bisa lagi mendefinisikan yang mana di antara komponennya yang paling enak. Ayam betutu gurih asin dengan sentuhan yang segar dari daun jeruk perasan air jeruk nipis, renyah ayam betutu goreng berpadu dengan ayam suwir yang mengagetkan dalam versi yang lain, pedas tapi tidak overpower. Tiba-tiba muncul sayur pare yang pahit sedap dalam bentuk yang berbeda lagi. Belum selesai sampai disitu, muncul lagi rasa ikan laut yang khas dalam sambal matah yang tidak mau kalah. Kelapa bakar yang diserut. Kriuk keripik kulit dan kacang yang menambah semarak. Semua berkompetisi tapi tidak saling mengalahkan satu sama lain. Dan jangan tanya sate lilitnya yang hampir selalu habis paling awal. Saya tidak bisa menemukan kekurangan dari sate lilitnya. Untuk nasi, tidak perlu bayangkan nasi cikur, liwet, uduk atau nasi bakar. Ini versi nasi yang slightly lighter tapi kuah ungkep ayam betutu yang diencerkan benar-benar menjadi penyatu dari semuanya. Membuat segala sesuatu di atasnya jadi super enak.

Mengantri dan pergi sampai ke sudut sanur benar-benar jadi hal yang pantas untuk sepiring nasi campur Men Weti. Dan untuk ini juga saya rela sarapan super berat – hal yang biasanya Big Big No buat saya. But who’s care?

I definitely will come again for this without any doubt!

Nah, sebagai bonus berikut resep Ayam suwir khas bali dikutip dari resep :

Ayam Suwir Pedas (Ayam Sisit Bali)

Resep diadaptasikan dari buku Kitab Masakan Kumpulan Resep Sepanjang Masa

Bahan:

 – 250 gram daging ayam rebus, suwir-suwir
– 1 sendok makan minyak untuk menumis
– 100 ml santan kental
Bumbu dihaluskan:
– 5 butir bawang merah
– 3 butir bawang putih
– 6 buah cabai rawit merah keriting
– 1 sendok teh terasi
– 1/2 sendok teh merica butiran
– 1 ruas kunyit, bakar sebentar
– 1 ruas kencur
– 1 sendok makan gula merah
– 1 1/2 sendok teh garam
– 1/2 sendok teh kaldu bubuk
– 2 sendok makan air asam jawa
Bumbu lainnya:
– 2 batang serai ambil putihnya, pipihkan
– 2 ruas lengkuas, pipihkan
– 4 lembar daun salam
– 3 lembar daun jeruk
Cara membuat:

Panaskan minyak di wajan, masukkan bumbu halus, serai, lengkuas, salam dan daun jeruk, tumis hingga harum dan berubah warna. Tambahkan 50 ml air, aduk-aduk.

Masukkan ayam, aduk rata, tambahkan santan kental dan masak hingga santan dan air mengering. Cicipi rasanya. Angkat.
Ayam suwir pedas siap dijadikan lauk untuk menemani nasi hangat. Selamat mencoba.

 

SUMMARY NASI AYAM MEN WATI

Untuk rasa : scorenya 10/10 (no, I’m not joking!)

Must Try : Kerupuk Kulit ayam, Sate lilit

Lokasinya : Jl. Segara Ayu, Sanur, Denpasar Sel., Kota Denpasar, Bali 80227

GPS : -8.682650, 115.263754

Jam Buka : Pkl. 08.00 s.d 11.00

Telp : –

Harga : Rp.25.000,- (makan di tempat) optional Rp.20.000,- (dibungkus)

Nasi Campur Bali – Bu Oki

080517

(Originally written date) 

Well, yeah. Akhirnya menulis lagi. My very first post after the New life begin. This is one part of the continuous post that i will publish later for my halfersary (culinary) trip to Bali with the hubby aka bae aka husband aka yayang dot co dot ai di.

I will write the summary for itinerary in another post. Now lets focus to the food thing first

Dari awal, as usual, my husband already arrange destination plan untuk spot2 makanan local yang must to visit. Hal ini tentunya untuk memuaskan napsu kami yang memang omnivora sejati. Dari semua list tersebut, baru ngeh kalo sebagian besar adalah nasi campur bali.

Agak banyak sih, tapi bakal saya usahakan untuk bahas sedetail mungkin. Satu demi satu.

Sooo, here we go!

  1. Nasi ayam Bu Oki – Jimbaran

Well untuk nasi ayam yang ini, kalau ibaratnya kemasan, harusnya ada peringatan khusus – SUPER PEDAS. Dan kalau ini yang disebut selera lokal orang bali, berarti mungkin memang selera asli bali bukan untuk kami. Lebih tepatnya kemampuan perut dan lidah kami mungkin perlu sedikit kalibrasi untuk tingkat kepedesannya yang di atas rata-rata.

Setahu saya, ada dua cabang nasi ayam bu Oki di Bali. Yang satu ada di daerah Nusa Dua, sedangkan Nasi campur bu Oki yang kami kunjungi ini berada di daerah Jimbaran.

Lokasi tempatnya menyerupai warung bertingkat dua dengan sebagian besar pengunjung adalah orang lokal. Cukup mudah menemukan lokasinya lewat Google map.

Dari awal kami masuk, jelas untuk urusan tempat makan orang bali senang yang simpel-simpel, terlihat dari jenis menu yang hanya dua macam: Nasi ayam campur atau pisah. Untuk tambahan yang lain-lain, silakan request terpisah. Termasuk jika kamu menginginkan tingkat kepedesan yang tidak standar ataupun condiment tambahan terpisah.

Untuk minumannya, kami tertarik untuk mencoba es kelapa pedas. Yang ternyata namanya sama sekali gak bohong. Literally, not a best decision we’ve made consider nasi ayam – tidak pedas – yang pedesnya justru sama sekali ga bercanda.

Nasi Campur Bu Oki.jpg

Seporsi nasi ayam campur harganya Rp.25.000,-, dengan pelayanan yang super cepat, kami hanya perlu menunggu sekitar lima menit untuk dua porsi komplit nasi ayam ini. Padahal kondisinya sedang banyak pelanggan di jam makan siang. Adapun isi dalam sepiring komplit cukup lengkap, ada ayam betutu ungkep, ayam betutu goreng, telur rebus bumbu betutu, lawar kacang panjang, kacang tanah goreng, sambal matah yang dicampur dengan tambahan ayam suwir, sate lilit. Kuah dari ayam betutu ungkep yang membuat nasi campur ini terasa nendang. Dan tekstur nasinya juga seperti diaron. Satu hal lain yang jadi pembeda adalah tambahan pepes ayam dalam porsi mini.

A good way to start our food adventure, so far. Meskipun agak sedikit kaget dengan pedasnya yang agak di luar prediksi, but the taste still delicious. Dari semua komposisi dalam nasi ayamnya, yang paling memorable di lidah kami adalah sate lilitnya. Kami menambah 10 tusuk terpisah dengan harga Rp.2500,- per tusuknya. Tekstur daging ayamnya kenyal, rempah-rempah yang bercampur dengan sedikit rasa terasi yang khas dan manis kelapa membuat rasa sate lilit tersebut menjadi balancing yang tepat setelah dihajar pedas bertubi-tubi dari nasi ayamnya.

Nah, sebagai bonus berikut resep Pepes ayam khas bali dikutip dari resep  :

Bahan-bahan/bumbu-bumbu :
2 buah (350 gram) paha ayam, diambil dagingya, dicincang halus
2 sendok makan kelapa parut kasar
1 lembar daun salam, diiris halus
1 batang serai, diambil putihnya, diiris halus
5 lembar daun jeruk, dibuang tulangnya, diiris halus
2 butir telur, dikocok lepas
daun pisang untuk membungkus
Bumbu Halus:
3 butir bawang merah
1 siung bawang putih
4 buah cabai merah keriting
1 sendok teh garam
1/4 sendok teh merica bubuk
1/2 sendok teh gula pasir

Cara Pengolahan :

  1. Aduk rata paha ayam cincang, kelapa parut, dan bumbu halus.
  2. Tambahkan daun salam, serai, daun jeruk, dan telur. Aduk rata.
  3. Ambil selembar daun pisang. Beri adonan. Bungkus seperti pepes. Semat lidi.
  4. Kukus 40 menit dengan api sedang sampai matang.

Untuk 9 bungkus

SUMMARY NASI AYAM BU OKI :

Untuk rasa : scorenya 8/10

Must Try : Sate Lilit, pepes ayam

Lokasinya : Jl. Celagi Basur No.3Y, Jimbaran, Kuta Sel., Kabupaten Badung, Bali 80361

GPS : -8.784184, 115.172543

Jam Buka : setiap hari Pkl.07.00 s.d 18.00

Telp : (0361) 8052059

Harga : Rp.25.000,-

 

 

Tribute to the one

3R landscape12130517

(Originally written date)

Kamu. Iya kamu. Siapa lagi yang saat ini selalu jadi wajah pertama yang aku lihat setiap pagi. Untung kamu ganteng. Jadi susah untuk bosennya.

Tanggal delapan bulan ini sudah tujuh bulan hidup baru kita. Kalau kata orang, itu masa-masa adaptasi. Dibilang ga berasa, ya berasa juga sih.

Dulunya masih bisa ngebandel, apa-apa berpikir sendiri. Sekarang itungannya udah dosa. Seorang aku yang kebiasaan mandiri harus memutuskan apa-apa sendiri, jadi harus discuss dulu. Masih sering lupa kalo punya pasangan. Maaf ya sayang.

Happiness is the only thing that doubles when you share it.

That’s true. Kenyang bareng-bareng, laper juga bareng-bareng. Ternyata senang sendiri berasa double kalo berdua. Lucunya, sedih sendiri jadi malah kebagi dua kalo berdua.

Married itu gini kali ya. Ga bisa kabur lagi. Terperangkap dengan susah senang sama-sama.

Kalau kamu lagi ga nyebelin, kadang-kadang aku sampe bingung. Muka kamu jadi ngalah-ngalahin aktor korea kalo lagi tidur. Manis banget kayak gulali. Semoga aku gak diabetes kalo lama-lama begini.

Tapi kalo lagi dateng menjengkelkannya, super duper bawel, nenek sihir versi cowok aja kalah. Nyebelin pake banget.

Tapi ya gitu, cinta, ya gimana lagi.

Sekenal-kenalnya kamu dengan pasanganmu, ternyata masih banyak hal yang tetap baru kamu ketahui waktu sudah nikah. Hal-hal kecil yang kadang menjengkelkan, atau hal-hal besar yang justru menyenangkan. Tergantung sudut pandang mana yang kamu gunakan untuk melihat.

Suami yang Tuhan kasih ke aku ini versi unik. Kadang dia sulit banget konsisten tanggung jawab untuk hal yang kecil, tapi justru super duper tanggung jawab untuk hal yang besar dan prinsipil. Well, yeah. Nobody’s perfect sih, karena aku juga sama. Tapi karena beda sudut pandang, ya cuman versi dia yang bisa aku omongin.

Evaluasi setelah tujuh bulan menikah, hmmm, apa ya. Mimpi kita masih sama. Resolusi aku jadi resolusi kami. Dikalibrasi. Untuk quality time yang harus dibayar mahal saat ini, masih sama. Kami tidak menempatkan financial as our final target. Tapi bagaimana menjadikan keluarga ini adalah keluarga yang berkualitas. Bagi kami dan anak-anak masa depan kami. Targetnya sih harus ada improvement dari kualitas kami secara personal. Tapi realisasinya masih banyak pe-er yang masih harus kami perbaiki. Ibadah masih bolong-bolong, paham dan melakukan kewajiban sebagai suami dan istri, mengakui dan memperbaiki kesalahan, belajar dari kesalahan orang lain et cetera et cetera et cetera…

Dan hmm sepertinya aku harus meralat sedikit omonganku. Kalau aku bilang yang paling penting hanya kebahagiaan aku, kamu dan kita. Well, ternyata aku salah. Kelihatannya ganteng kamu juga akan nambah beberapa persen kalau kamu kaya.

So I don’t mind when you said you will try harder now to make it true, sayang. Aku tidak keberatan untuk menjadi kaya *grin smile

Aku tidak keberatan berjuang bersama. Yang aku keberatan adalah untuk tidak menjadi bahagia.

Terima kasih untuk tujuh bulan ini, sayang. Terima kasih untuk mengajarkan konsep pasangan yang benar-benar demanding each other. Terima kasih untuk konsep dua menjadi satu dalam arti yang sebenarnya.

Ayo belajar bersama untuk hari, bulan dan tahun yang akan datang.

PS : I love you to the Black Hole and back.

[ Review ] Maybelline Color Show Nail Polish

Anyway, this is my very first post about make up stuff. Selama ini berasa terlalu laki untuk bisa nulis segala sesuatu yang berbau kewanitaan ( ketawa banci ). Tapi akhirnya aku beranikan juga jadikan review ini sebagai review perdana. Dan sekali lagi, karena masih perdana, mohon bimbingan dan masukannya ya, suhu ( bungkuk )
Here we go!
Left to right : Blueberry ice 403 - Blackcurrant pop 402 - Pink Voltage 010
Left to right :
Blueberry ice 403 – Blackcurrant pop 402 – Pink Voltage 010
Pertama kali lihat produk ini, awalnya ga punya niat sama sekali untuk membeli. Dateng ke Grand Lucky juga karena ada keperluan yang lain. Iseng lewat counter maybelline dan tertarik lihat tulisan discount disana. Terus lihat botol lucu-lucu warna warni. Yang awalnya ga niat, malah jadinya bawa pulang tiga botol. Waktu itu harganya discount jadi sekitar 20ribuan dari harga sekitar 40ribuan. Jadi berasa worth to buy banget – dasar wanitah!
Hmm, sebenarnya bukan penggemar kutek banget, karena biasanya kutek yang umumnya beredar di pasaran tidak memungkinkan untuk dipakai sholat kecuali merk Inglot dan sejenisnya which is not too affordable for me. Jadi agak ribet dan mubazir untuk beli brand drugstore.
Beli ini barang sebenarnya udah lama, dan baru keinget ngebongkar2 lagi untuk bikin review ini. So, here is the detail :
Swatch under the lightSwatch under the light

Kemasannya kaca transparan, imut-imut gimana gitu. Travel friendly dan kelihatannya lumayan kuat dan tebal. Tutupnya plastik hitam dengan colour code di atasnya. Aku ga bisa menemukan dimana letak expired datenya. Yang kelihatan hanya tanggal manufactured dan label BPOM. Di websitenya diklaim bisa sampai tiga tahun apabila botol dalam keadaan tertutup.

Kuasnya kecil, memungkinkan untuk menjangkau sisi kuku yang agak sulit dijangkau atau kuku kecil seperti kuku kelingking. Satu kali swatch dengan kuas tersebut sudah bisa menjangkau satu ukuran kuku saya (kecuali ibu jari yang ukurannya agak besar).
Dengan ukuran 7 ml, pemakaian seminggu sekali, mungkin sebotol bisa bertahan hingga dua bulan. Botol kacanya memungkinkan melihat sisa kuteks di botolnya. IMO, desain simpel botolnya sudah cukup buat aku yang gak gitu suka model neko-neko selain dari desain tersebut yang memungkinkan aplikasi tanpa sampai membuat kuteks kering yang biasanya terjadi pada kuteks yang membutuhkan waktu lama untuk membuka tutupnya.
Size : 7 ml
Packaging : Glass bottle with Small brush, travel friendly and compact size
Ingredients : G323: ETHYL ACETATE, BUTYL ACETATE, NITROCELLULOSE, PROPYL ACETATE, ISOPROPYL ALCOHOL, TRIBUTYL CITRATE, ADIPIC ACID/NEOPENTYL GLYCOL/TRIMELLITIC ANHYDRIDE COPOLYMER, TOSYLAMIDE/EPOXY RESIN, ACRYLATES COPOLYMER, STEARALKONIUM HECTORITE, BENZOPHENONE-1, POLYETHYLENE TEREPHTHALATE, HYDROGENATED ACETOPHENONE/OXYMETHYLENE COPOLYMER, CALCIUM SODIUM BOROSILICATE, ACETYL TRIBUTYL CITRATE, DIMETHICONE, HYDRATED SILICA [NANO] / HYDRATED SILICA, PHTHALIC ANHYDRIDE/GLYCERIN/GLYCIDYL DECANOATE COPOLYMER, CITRIC ACID, SYNTHETIC FLUORPHLOGOPITE, CALCIUM ALUMINUM BOROSILICATE, ALUMINA, SILICA [NANO] / SILICA, AQUA / WATER, SILICA, ALCOHOL DENAT., SILICA SILYLATE, ALUMINUM CALCIUM SODIUM SILICATE, OXIDIZED POLYETHYLENE, POLYBUTYLENE TEREPHTHALATE, COLOPHONIUM / ROSIN, POLYURETHANE-11, ETHYLENE/VA COPOLYMER, TIN OXIDE, POLYACRYLATE-4, IRON POWDER, POLYMETHYL METHACRYLATE, NYLON-6, HYDROGENATED POLYISOBUTENE, ALUMINUM HYDROXIDE, CI 77002 / ALUMINUM HYDROXIDE, PALMITIC ACID, ACETONE [+/- MAY CONTAIN: CI 77891 / TITANIUM DIOXIDE, CI 19140 / YELLOW 5 LAKE, MICA, CI 15850 / RED 7 LAKE, CI 77163 / BISMUTH OXYCHLORIDE, CI 77491, CI 77499 / IRON OXIDES, CI 77000 / ALUMINUM POWDER, CI 77120 / BARIUM SULFATE, CI 15850 / RED 6 LAKE, CI 15880 / RED 34 LAKE, CI 77510 / FERRIC AMMONIUM FERROCYANIDE, CI 77266 [NANO] / BLACK 2, CI77400 / BRONZE POWDER, CI 42090 / BLUE 1 LAKE, CI75470 / CARMINE, CI 77400 / COPPER POWDER, CI 15850 / RED 7, CI 77510 / FERRIC FERROCYANIDE, CI 77266 / BLACK 2, CI 77820 / SILVER, CI 45410 / RED 28 LAKE, CI 77480 / GOLD, CI 77000 / ALUMINUM, CI 15510 / ORANGE 4, CI 42053 / GREEN 3, CI 60725 / VIOLET 2, CI 19140 / YELLOW 5, CI 42090 / BLUE 1, CI 17200 / RED 33, CI 47005 / YELLOW 10] F. I. L. D171558/6.
All reasonable efforts have been made to ensure that ingredient listings for products displayed on this website are up to date, accurate and complete. Please check ingredient listings for products before use or check in store. If you have any queries regarding certain ingredients please call: Maybelline New York on 1300 369 327.
Beralih ke kandungannya yang tercantum di atas, produk ini masih mengandung ETHYL ACETATE, BUTYL ACETATE, TRIBUTYL CITRATE dan sejenisnya yang memang umum dikandung dalam produk pewarna kuku. Untuk kandungan alkohol dan pewanginya masih bisa ditolerir. Kandungan aktif tersebut harusnya masih dalam batas yang wajar untuk pemakaian tidak berlebihan. Ohya, seperti yang telah aku sebutin sebelumnya, produk ini sudah tercantum di BPOM, jadi harusnya sudah aman untuk digunakan di Indonesia. Di review ini juga kuku aku ga menemui masalah yang berarti kecuali meninggalkan sedikit shade kekuningan setelah kuteks dihapus yang harusnya bisa diantisipasi dengan base coat sebelumnya.
Colour range +/- 30 shades available :
Expired Date : Approx 3 years if the product still unopened
Lalu masuk ke isinya ya. Produk ini teksturnya thick, creamy, kental dan mudah diaplikasikan. Bahkan untuk amatiran seperti diriku. Mungkin juga karena didukung bentuk kuas yang kecil dan mudah digunakan.
Tekstur tersebut tidak seperti bayanganku yang awalnya agak mengunderestimate dari sisi harga yang ramah di kantong. Dalam bayanganku kuteks harga segini bakal setengah mati diaplikasikan dan gak butuh waktu lama untuk ngelotok, bahkan gak pakai hitungan hari.
Untuk percobaan swatch ini aku tidak menggunakan base coat ataupun top coat. Selain karena memang belum punya, juga sekalian supaya bisa menampilkan original swatchnya.

Thick Density, medium pigmented. Thick Density, medium pigmented.

Dari tiga warna yang aku coba, semuanya glossy finish. Untuk warna tanpa glitter, sekali swatch warnanya sudah langsung keluar. Tapi biar mantep, aku pakai dua kali swatch. Aplikasi ini tanpa menggunakan primer dan top coat. Jadi murni hanya dengan nail polish maybelline color show ini saja.  Recomended dengan 3 ply swatch supaya warnanya benar-benar bisa keluar.
Blackcurrant pop 402Blackcurrant pop 402, 2ply swatch look. without primer, without top coat.
Untuk warna dengan glitter, Pink Voltage – 010, sekali bahkan dua kali apply tetap saja hanya seperti kuteks transparan yang tidak menutup kuku sebaik non glitter. Untuk kecepatan keringnya, sesuai dengan klaimnya. Kuteks bisa kering dalam waktu 60 detik semenjak diapply. Cukup bagus untuk harga segini.
Untuk warna blackcurant pop yang aku gunakan di atas, aslinya lebih ke ungu cantik gitu. Tapi entah kenapa di kamera jatuhnya lebih ke blue-ish :(.
Ketahanan : klaim yang aku baca di website maybelline menyebutkan antara 3 hingga 7 hari. Let see karena biasanya kuteks tidak begitu tahan lama di kukuku ;P
Pro :
– Wangi standar, tidak terlalu strong atau mild
– Warna medium pigmented untuk Unglitter colour, recomended 3ply swatch
– Cepat kering
– Cheap 😀
– Many shades available
– Kuas aplikasi mudah digunakan
– Cukup tahan lama, asal dengan aplikasi yang tepat
– Untuk beberapa shades tersedia lipstick dengan warna senada
– Sudah terdaftar di BPOM
 
Cons :
– Sebagian besar warna berbeda ketika di botol dengan saat diaplikasikan
– Tidak bisa 1ply aplikasi agar warna bisa keluar
– Kuku menguning apabila diaplikasikan tanpa basecoat
– Tidak tembus air / breatheble sehingga masih tidak sholat-friendly
 
Price : 42k IDR
Where to buy : Drugstore. Counter Maybelline.
Repurchase : Maybe.
Selama ini aku belum pernah beli kuteks lain, jadi belum bisa compare dengan product lain yang punya price range sama.
Kalau pingin tahu lebih lanjut tentang produk ini :
Well, sampai jumpa di review yang lain ya. Feel free to comment dan boleh juga request untuk review product make up atau beauty care yang lain. Baiiiiiii….